Indonesia’s clean energy transition requires a significant boost. Despite a target of 23% renewables in the energy mix by 2025, the country achieved only around 13% in 2023. To address the challenges and opportunities in accelerating this transition, New Energy Nexus Indonesia (NEX Indonesia) is leading efforts to establish Renewable Energy Centers of Excellence (CoE) through pilot projects in Semarang and Lombok.
The CoE pilot project’s first stage involved extensive pre-assessment through secondary research. This included gathering insights on best practices, renewable energy (RE) trends, current usage locally and globally, technologies, and challenges. Data collection examined factors such as the policy environment, technology infrastructure, ownership and governance models, socio-economic impacts, financing structures, cultural considerations, and gender aspects in each location. Additionally, this stage featured comprehensive stakeholder mapping.
Following desk research, site inspections were conducted to assess infrastructure, accessibility, safety, and environmental impacts, as well as to engage with local communities. These visits utilized a qualitative approach, including focus group discussions (FGDs) to refine objectives and identify potential challenges and opportunities within each community context.
The second stage supported the development of pilot projects aligned with the RE CoE’s vision, mission, objectives, action plans, budgets, human resources, and technological needs. This phase incorporated both quantitative and qualitative monitoring and evaluation methods to measure knowledge transfer, skill development, attitudinal shifts, and behavioral changes among participants, as well as to assess satisfaction levels and their willingness to engage with the agenda.
Transisi energi bersih Indonesia membutuhkan dorongan besar. Meski telah menetapkan target 23% energi terbarukan dalam bauran energi pada tahun 2025, pada 2023 Indonesia baru mencapai sekitar 13%. Untuk menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang dalam mempercepat transisi transisi energi, New Energy Nexus Indonesia (NEX Indonesia) memimpin upaya membangun Pusat Keunggulan Energi Terbarukan (Center of Excellence atau CoE) melalui proyek percontohan di Semarang dan Lombok.
Tahap pertama proyek percontohan CoE ini melibatkan penilaian awal yang mendalam melalui penelitian sekunder. Penelitian tersebut mencakup pengumpulan informasi tentang praktik terbaik, tren energi terbarukan (RE), penggunaan energi saat ini secara lokal dan global, teknologi, serta tantangan yang dihadapi. Pengumpulan data juga mencakup analisis berbagai faktor, seperti kebijakan, infrastruktur teknologi, model kepemilikan dan tata kelola, dampak sosial-ekonomi, struktur pendanaan, serta aspek budaya dan gender di setiap lokasi. Selain itu, pada tahap ini NEX Indonesia melakukan pemetaan pemangku kepentingan secara menyeluruh.
Setelah penelitian awal, dilakukan inspeksi lapangan untuk menilai infrastruktur, aksesibilitas, keselamatan, serta dampak lingkungan, sekaligus melibatkan komunitas setempat. Kunjungan ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, termasuk diskusi kelompok terarah (FGD) untuk memperjelas tujuan serta mengidentifikasi tantangan dan peluang di setiap konteks komunitas.
Tahap kedua mendukung pengembangan proyek percontohan sesuai visi, misi, tujuan, rencana aksi, anggaran, sumber daya manusia, dan kebutuhan teknologi CoE RE. Tahap ini mencakup metode pemantauan dan evaluasi kuantitatif serta kualitatif untuk mengukur transfer pengetahuan, pengembangan keterampilan, perubahan sikap, dan perubahan perilaku peserta, serta untuk mengevaluasi tingkat kepuasan dan kesediaan mereka untuk mengikuti agenda.
NEX Indonesia Renewable Energy Center Of Excellence Playbook 2024