
Ho Chi Minh, Vietnam – She Wins Climate, sebuah inisiatif dari International Finance Corporation (IFC) bekerja sama dengan New Energy Nexus sebagai mitra pelaksana, meluncurkan program akselerator selama 12 bulan untuk mendukung 25 startup iklim tahap awal yang dipimpin oleh perempuan dan memiliki potensi tinggi di Asia Tenggara.
Perempuan pengusaha masih menghadapi berbagai hambatan signifikan untuk mengembangkan usahanya. Kurang dari 7% pendanaan ventura untuk teknologi iklim pada kuartal pertama 2023 diberikan kepada perempuan pendiri perusahaan — kemungkinan lebih rendah lagi di Asia Tenggara, di mana data masih belum lengkap.[1]
“Startup iklim yang dipimpin perempuan memiliki potensi untuk mendorong perubahan transformatif, namun mereka menghadapi hambatan sistemik, termasuk terbatasnya akses pendanaan dan jaringan,” ujar Thao Tran, Direktur New Energy Nexus Vietnam. “Program ini dirancang untuk membekali para pendiri perempuan dengan alat, koneksi, dan kepercayaan diri yang mereka butuhkan untuk mengembangkan solusi mereka dan menarik investasi.”
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan investasi, memperluas akses pasar, dan memperkuat kapasitas bisnis perempuan wirausaha yang menghadapi tantangan iklim. Peserta terpilih akan menerima pendampingan yang disesuaikan, pelatihan presentasi (pitching), dan kesempatan membangun jaringan dengan investor dan pemimpin industri.
Pendaftaran untuk She Wins Climate Southeast Asia dibuka dari 5 Mei hingga 13 Juni 2025. Program ini akan dimulai pada bulan Agustus melalui acara virtual untuk menetapkan tujuan bersama dan mendorong kolaborasi. Para peserta akan mengikuti rangkaian lokakarya yang telah terkurasi, membahas tantangan utama yang dihadapi oleh startup iklim yang dipimpin perempuan. Program ini menggabungkan format hybrid yang mencakup sesi virtual mentoring, sesi berbagi dari para ahli, dan pembelajaran sesama, serta lokakarya tatap muka yang membahas topik penting seperti membangun jaringan dengan investor, mengatasi bias gender dalam ekosistem bisnis iklim, dan akses ke pasar.
Untuk memastikan dukungan yang lebih personal, program ini juga mencakup sesi pendampingan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan startup, diskusi tematik dengan menghadiri para ahli, serta kesempatan belajar bersama anggota peserta program. Para peserta juga akan diperkenalkan dengan investor melalui sesi jejaring presentasi (pitch) dan kegiatan bertemu dengan investor, membantu peserta menjelajahi ekosistem investasi iklim dan meningkatkan kesiapan untuk memperoleh pendanaan.
Selain itu, peserta akan memiliki kesempatan untuk mengakses jaringan investor, bergabung dengan komunitas alumni global She Wins Climate, dan meningkatkan visibilitas untuk menampilkan karya mereka di platform IFC dan Grup Bank Dunia.
[1] TechCrunch, “VC funding of women climate tech founders is abysmal. Here’s how it could improve”