Berita
Indonesia
Kaum Muda
Perempuan
Lima Startup Siap Tancap Gas  Perkuat Transisi Energi dan Iklim Usai Kantongi Dukungan KINETIK NEX

Para penerima dana hibah dengan Natalie Mendelsohn, Counsellor, Infrastructure and Climate Change, Australian Department of Foreign Affairs

Jakarta, 19 November 2025 – Lima startup Indonesia terpilih menerima dukungan pendanaan   dari Program KINETIK NEX setelah memukau dewan juri pada ajang Demo Day Pitching di [RE]Spark Clean Energy & Climate Startup Festival 2025. Dukungan ini menjadi dorongan baru bagi lahirnya inovasi-inovasi lokal yang menawarkan solusi nyata terhadap tantangan transisi energi dan perubahan iklim, sekaligus mempercepat pemerataan manfaat energi bersih bagi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.

Kelima startup yang berhasil meraih dukungan tersebut merupakan inovator terdepan yang menghadirkan solusi konkret untuk kebutuhan energi bersih dan ketahanan iklim di tingkat lokal. Mereka adalah:

  • Difabike, startup asal Yogyakarta yang menawarkan layanan ojek motor listrik roda tiga yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas.
  • Energi Timur Nusa Power, startup dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang fokus mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di desa-desa terpencil.
  • Gawirea (Girls and Women in Renewable Energy Academy), organisasi yang memberdayakan perempuan pedesaan melalui pendidikan energi terbarukan dan kewirausahaan.
  • NUSACUBE by PT Alana Green Electric, penyedia solusi teknologi untuk produksi es batu dan air bersih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
  • Sumba Solusi Alam, pengembang PowerWells, unit tenaga surya terjangkau yang dibuat dari limbah elektronik daur ulang.

Jonathan Gilbert menyampaikan sambutan

Minister-Counsellor Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Jonathan Gilbert, menyampaikan bahwa Australia menginvestasikan lebih dari AUS$ 200 juta untuk membantu Indonesia memperluas akses pembiayaan iklim, memperkuat infrastruktur ketahanan iklim, serta mempercepat transisi menuju energi bersih. Ia menekankan bahwa dukungan ini juga ditujukan agar inovasi energi bersih tidak hanya berfokus pada kota-kota besar seperti Jakarta, tetapi juga menjangkau daerah seperti Kupang, Manado, Sumba, dan Sumbawa.

“…Transisi energi harus inklusif dan dipimpin oleh masyarakat lokal. Ini berarti memastikan perempuan dan penyandang disabilitas memiliki kesempatan setara untuk memimpin dan memperoleh manfaat dari transisi energi dan ekonomi hijau,” ujar Jonathan dalam sambutannya pada Sabtu (15/11) di Menara Danareksa, Jakarta.

Ia menambahkan bahwa inovasi yang dihasilkan melalui program ini diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau bahkan lebih cepat. Menurutnya, ketika komunitas merancang dan mengembangkan solusi mereka sendiri, hasilnya akan lebih berkelanjutan karena mencerminkan konteks lokal, memanfaatkan sumber daya lokal, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Diyanto Imam menyampaikan keynote

Direktur New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendukung para inovator dan wirausahawan di seluruh Indonesia. Ia meyakini bahwa solusi transisi energi dan iklim harus lahir dari daerah, dengan mengangkat ide, gagasan, dan inovasi berbasis kearifan lokal.

“Kami berupaya memanfaatkan pengetahuan lokal dan menggabungkannya dengan pengalaman (New Energy Nexus Indonesia) enam tahun terakhir untuk terus mendukung perkembangan dan aktivitas nyata para inovator di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Urgensi inovasi ini diperkuat oleh data Joint Research Center–European Commission yang menunjukkan peningkatan emisi gas rumah kaca, konsentrasi gas di atmosfer yang terus naik, serta pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan. Pada 2024, suhu permukaan bumi bahkan mencapai rekor baru, yaitu 1,6°C di atas rata-rata era pra-industri.

Triyono menyampaikan pitchnya

Salah satu penerima pendanaan, Difabike, menyebut bahwa dukungan ini akan mempercepat ekspansi usaha mereka, tidak hanya melalui layanan Difaride, tetapi juga pengembangan Difabox dan Difatour untuk memperkuat keberlanjutan bisnis.

“Dukungan ini sangat penting untuk pengembangan layanan kami, sehingga kami dapat mendorong totalitas Difabox dan Difatour. Dengan begitu, kualitas layanan Difaride tetap terjaga dan keberlanjutan Difabike bisa semakin kuat, tentu dengan berbagai terobosan baru,” jelas CEO Difabike, Triyono.

Sebagai informasi, KINETIK NEX adalah inisiatif yang dijalankan oleh New Energy Nexus Indonesia berkolaborasi dengan KINETIK, Kemitraan Iklim, Energi Terbarukan dan Infrastruktur Australia – Indonesia, yang merupakan program unggulan untuk menumbuhkan ekonomi hijau Indonesia dan mempercepat transisi energi.

Melalui KINETIK NEX, kemitraan ini mendorong pertumbuhan inklusif dengan mendukung startup energi bersih dan teknologi iklim di Indonesia. Program ini hadir untuk memberdayakan inovator lokal, menumbuhkan lapangan kerja hijau, serta menghadirkan solusi iklim di luar kota-kota besar, mendukung ide-ide berani demi Indonesia yang sejahtera dan bumi yang lestari.

Perlu diketahui, New Energy Nexus sendiri merupakan ekosistem akselerator dan pendanaan global yang mendukung pengusaha energi bersih, mulai dari teknologi baru, hingga penerapan dan adopsi energi bersih. Di Indonesia, New Energy Nexus bekerja untuk mendukung pengembangan ekosistem yang dapat mendukung inovator, startup, pengusaha, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi bersih dan solusi iklim.

Media contacts:

Lukita Wardani
Public Relations Officer
hary.wardani@newenergynexus.com
(Based in Indonesia)