
“Ini sangat menyenangkan!” ujar Triyono, CEO Difabike,
Ketika diminta menggambarkan pengalamannya mengikuti Program Kewirausahaan KINETIK NEX. Bagi Triyono, program ini bukan hanya kompetisi, tetapi ruang belajar yang mendorong Difabike memperkuat inovasi dan memperluas dampak sosial bisnis mereka. Difabike merupakan perusahaan rintisan yang menyediakan layanan transportasi inklusif dan ramah lingkungan berbasis kendaraan listrik. Layanan ini dirancang bagi pelanggan berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas di ruang publik. Di tengah minimnya fasilitas mobilitas dasar di Yogyakarta, Difabike hadir sebagai solusi. Startup ini menawarkan pilihan transportasi yang memberi lebih banyak kesempatan bagi masyarakat berkebutuhan khusus untuk bergerak, beraktivitas, dan mengakses layanan publik.
Hingga kini, Difabike telah melayani 1.000 konsumen, dengan komposisi 80% pengguna berkebutuhan khusus dan 20% keluarga mereka. Operasionalnya dijalankan oleh 50 pengemudi penyandang disabilitas ringan, termasuk lima perempuan. Difabike juga secara khusus merekrut individu tanpa akses pendidikan tinggi atau mereka yang rentan secara sosial karena faktor disabilitas, sebagai bentuk komitmen membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Upaya Difabike untuk membuka peluang yang lebih besar bagi penyandang disabilitas, baik sebagai pelaku usaha maupun konsumen, berangkat dari potensi ekonomi sektor pariwisata Yogyakarta yang sangat besar. Dalam sesi final pitch yang dilaksanakan pada Demo Day [RE]Spark: Clean Energy & Climate Startup Festival 2025, Triyono menyampaikan bahwa perputaran ekonomi pariwisata kota tersebut mencapai 23 triliun rupiah per tahun. Alih-alih membiarkan kelompok rentan kembali tertinggal, Difabike menghadirkan dua inovasi:
Difabox – layanan pengantaran barang bermuatan besar dengan harga terjangkau
Difatour – layanan wisata inklusif yang memungkinkan penyandang disabilitas menikmati kota dengan aman dan nyaman.
Presentasi singkat berdurasi lima menit di Demo Day ini berhasil meyakinkan para juri. Difabike resmi menjadi satu dari lima penerima hibah Program Kewirausahaan KINETIK NEX dengan total hingga Rp1,6 miliar.
“Dengan adanya dana hibah ini kita akan banyak melakukan pengembangan-pengembangan dan penguatan kelembagaan, promoting, dan inovasi-inovasi lainnya untuk mendukung Difabike menjadi startup sosial yang profesional dan bisa diduplikasi di kota besar di Indonesia.”

Filosofi “Migunani” dalam setiap perjalanan
Dalam salah satu sesi offline mentoring, Triyono pernah berkata, “Kalau orang Jawa bilang, yang kita buat itu ‘migunani’, berguna bagi semua masyarakat.”
Itulah semangat yang terus diusung Difabike: kendaraan listrik yang ramah lingkungan, sistem transportasi yang inklusif, serta peluang ekonomi bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan.
Sebagai seorang perintis Triyono juga membagikan pesan untuk para calon wirausahawan lain “Bisnis harus diawali dari permasalahan, jadi teman-teman saya harapkan untuk mencari problem dulu kemudian lakukan telaah dan riset secara mendetail masalah itu, jalan keluarnya apa; masuklah di situ. Karena di situlah akan jadi benar-benar apa yang kita lakukan ini bermanfaat untuk banyak orang”.
Selamat kepada Difabike – bukti bahwa inovasi sosial, lingkungan, dan bisnis bisa berjalan beriringan.
Bagi para startup energi bersih & iklim yang sedang mencari dukungan serupa, pantau terus Program KINETIK NEX berikutnya dari New Energy Nexus Indonesia.
Kunjungi situs resmi www.difabike.com atau ikuti Instagram @difabike untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dalam mengakses jasa transportasi inklusif dan ramah lingkungan di Yogyakarta.
Penulis: Shilfina Putri Widatama